“Jadi kita sama-sama jaga, kita berikan jaminan ketercukupan gula rafinasi sebagai bahan baku industri. Tetapi sebaliknya, kita juga meminta dengan sangat dan akan kita awasi dengan ketat," tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum AGRI Supriadi menyampaikan, kebutuhan gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman serta farmasi menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan rencana impor.
Pada 2026, alokasi gula rafinasi berada di kisaran tiga juta ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga akhir Desember tahun ini. Untuk tahun depan, mereka masih menunggu kepastian penetapan neraca komoditas.
"Kita sudah menyampaikan usulan ke Kementerian Perindustrian. Nanti Kemenperin yang nanti berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan," kata dia.
(roy)































