Pertumbuhan DPK Lambat, BI Longgarkan Insentif Likuiditas
Pramesti Regita Cindy
23 October 2026 20:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dengan menurunkan insentif untuk pembiayaan sebesar 1 poin persentase mulai Desember 2026.
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Mal Isniani Sri Meyyanti atau akrab disapa Yanti mengatakan kebijakan tersebut ditempuh di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang masih lebih lambat dibandingkan dengan penyaluran kredit.
Sebagai catatan, pertumbuhan DPK hingga periode terkini tercatat sebesar 8,22%, sedangkan kredit tumbuh 13,26%.
"Jadi kalau sampai dengan posisi yang sekarang ini, DPK kita itu tumbuhnya 8,22%, artinya memang masih dibutuhkan upaya-upaya bagaimana supaya perbankan itu memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan pertumbuhan kreditnya gitu ya," jelas Yanti dalam Taklimat Media Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Lebih lanjut, Yanti menjelaskan, penyesuaian KLM tersebut sejatinya dilakukan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada sektor-sektor yang selama ini mendukung kinerja KLM dengan baik.






























