Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Ekspor Nikel Januari—Agustus 2026: Matte Naik 51%, FeNi Stagnan

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 October 2026 18:40

Karung-karung berisi endapan hidroksida campuran (MHP) dimuat ke kapal kargo di pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg
Karung-karung berisi endapan hidroksida campuran (MHP) dimuat ke kapal kargo di pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ekspor nikel matte Indonesia sepanjang Januari—Agustus 2026 naik 51,02%, sementara ekspor feronikel (FeNi) tercatat stagnan dengan pertumbuhan 0,92%.

Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Kamis (22/10/2026), ekspor nikel matte pada periode tersebut mencapai US$7,4 miliar atau naik 51,02% dibandingkan dengan Januari—Agustus 2025 yang senilai US$4,9 miliar.

Sementara itu, ekspor FeNi pada Januari—Agustus 2026 mencapai US$10,97 miliar atau hanya tumbuh 0,92% dibandingkan dengan Januari—Agustus 2025 sejumlah US$10,87 miliar.


Selanjutnya, ekspor nikel sulfat sepanjang Januari—Agustus 2026 mencapai US$440 juta atau naik 18,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US370 juta.

Selanjutnya, ekspor baja nirkarat atau stainless steel pada Januari—Agustus 2026 mencapai US$5,74 miliar, tumbuh 12,99% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sejumlah US$5,08 miliar.