Logo Bloomberg Technoz

BI Beber Alasan Pangkas GWM, tapi Kerek Bunga Fasilitas Simpanan

Pramesti Regita Cindy
23 October 2026 17:00

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) membeberkan alasan dari keputusannya untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM), namun di saat yang sama juga menaikkan Suku Bunga Fasilitas Simpanan (Deposit Facility).

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Firman Mochtar menyebut bahwa hal tersebut merupakan salah satu langkah BI untuk mengharmonisasikan antara kebijakan BI dan kondisi operasional di pasar keuangan.

“Yang kemudian akan berdampak kepada sasaran akhir kita [yakni] inflasi, Melalui pertumbuhan ekonomi. Itu yang kita lakukan,” kata Firman dalam taklimat BI, Jumat (23/10/2026).


Menurutnya, kombinasi penurunan GWM dan kenaikan suku bunga Deposit Facility merupakan bagian dari upaya BI untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter.

Dengan suku bunga yang lebih simetris dan likuiditas yang lebih seimbang, BI berharap sinyal BI Rate dapat diteruskan secara efektif ke pasar uang antarbank, sektor perbankan, aktivitas ekonomi, hingga inflasi.