Membedah Likuiditas Bank: BPD Paling Seret
Redaksi
23 October 2026 12:47

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di balik pelonggaran likuiditas dengan pemberian insentif penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 9% jadi 7% oleh Bank Indonesia (BI), ada ketimpangan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai sumber dana perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor riil.
Meskipun simpanan industri perbankan tercatat naik mencapai 7,69% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus, penguatan dana masih terkonsentrasi di kelompok bank tertentu saja. Bank Persero mencatat pertumbuhan simpanan paling kuat, sementara Bank Swasta Nasional nyaris stagnan, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) justru kontraksi.
Melansir data BI, total DPK dalam rupiah dan valuta asing mencapai Rp9.731,2 triliun per Agustus. Naik Rp694,9 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.
Bank Persero yang jadi penopang utama mencatat kenaikan DPK yakni Rp717,5 triliun atau tumbuh 18,87% yoy, dengan total simpanan Rp4.521 triliun. Sebaliknya, DPK Bank Swasta Nasional hanya bertambah sekitar Rp283 miliar atau 0,01% yoy. Bahkan DPK di BPD justru turun Rp31,2 triliun, terkontraksi 3,94%.
Tumpuan Bank Persero
Kinerja Bank Persero dalam menghimpun DPK paling moncer. Pada Agustus, DPK bank ini mencapai Rp4.521 triliun naik dari Rp3.803,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

































