Prancis Kerahkan Militer Redam Gelombang Protes Akhir Pekan
News
23 October 2026 18:10

Benoit Berthelot - Bloomberg News
Bloomberg, Otoritas Prancis bersiap menghadapi gelombang baru demonstrasi pada Sabtu (24/10) dengan mengerahkan militer untuk membantu kepolisian. Langkah ini dilakukan guna mencegah terulangnya kerusuhan akhir pekan lalu sekaligus menenangkan pasar yang terguncang oleh aksi kekerasan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan jumlah personel polisi yang dikerahkan di lapangan akan meningkat 20% dibandingkan Sabtu lalu. Kerusuhan yang terjadi setelah demonstrasi menuntut penanganan masalah biaya hidup itu berujung pada penjarahan 3.000 toko dan penangkapan 2.700 orang.
Selain memperkuat kehadiran polisi, pasukan intervensi khusus yang biasanya dikerahkan untuk misi berisiko tinggi, seperti penanggulangan terorisme, juga akan disiagakan jika diperlukan, kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez pada Rabu. Tentara akan membantu mengamankan gedung-gedung penting. Helikopter, meriam air, serta kendaraan lapis baja yang dikenal sebagai Centaurs juga akan disiapkan.
“Ini bukan hanya terjadi di Paris, melainkan di banyak kota di seluruh Prancis,” kata Thierry Clair, sekretaris nasional serikat polisi Unsa Police, dalam sebuah wawancara. “Operasi berskala besar akan dilakukan di mana-mana.” Ia menambahkan, sedikitnya 75% personel kepolisian akan dikerahkan, angka yang sangat tinggi. Banyak petugas bahkan menunda hari libur mereka agar dapat bertugas.



























