PUSAT DATA
Pembangkit EBT Kombinasi Jadi Kunci Listrik Data Center 20 GW
Sabrina Mulia Rhamadanty
23 October 2026 19:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Proyeksi lonjakan kebutuhan pasokan listrik untuk fasilitas data center di Indonesia yang diperkirakan mencapai 20 gigawatt (GW) menjadi tantangan besar bagi keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
Besarnya beban listrik tersebut dinilai membutuhkan kesiapan infrastruktur serta penetapan jenis pembangkit energi bersih yang tepat agar tidak mengganggu kestabilan pasokan listrik dalam negeri.
Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai penyediaan daya hingga 20 GW khusus data center tergolong sangat besar karena setara dengan setengah dari total kebutuhan listrik harian nasional saat ini.
"Tambahan kebutuhan listrik hingga 20 GW khusus untuk data center ini angka yang sangat besar dan melompat signifikan. Tanpa pemetaan jenis pembangkit dan perencanaan interkoneksi yang matang, lonjakan beban ini berpotensi menekan keandalan sistem kelistrikan PLN serta mengganggu pasokan untuk sektor publik dan rumah tangga," ujar Fabby kepada Bloomberg Technoz, Jumat (23/10/2026).
Fabby menjelaskan karakteristik pusat data, terutama yang mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut kualitas pasokan listrik yang stabil tanpa henti (uninterruptible power supply).
































