Logo Bloomberg Technoz

Catatan Swasembada Pangan: Melimpah, tapi Harga Belum Terjangkau

Ibnu Affan
23 October 2026 15:40

Pekerja memanggul karung beras di salah satu toko di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja memanggul karung beras di salah satu toko di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Center od Reform on Economics (CORE) menilai kebijakan pangan era Presiden Prabowo Subianto belum optimal dari sisi keterjangkauan Harga, meski produk pangan, khususnya beras cukup menguat.

Peneliti CORE Eliza Mardian mengatakan selama ini komoditas seperti beras, cabai, telur, daging ayam, jagung, dan bawang merah memang secara agregat tahunan hampir selalu surplus produksinya. 

Namun secara bersamaan, masih ada persoalan yang belum benar-benar dibenahi, yang justru berada di hilir dan di sepanjang rantai pasok yang menyebabkan ketersediaan tidak merata: fluktuasi harga yang tajam, hingga disparitas harga antar daerah yang lebar.


"..serta asimetris informasi antara petani, pedagang, dan konsumen. Surplus agregat tidak otomatis menjadi ketersediaan yang stabil dan harga yang terjangkau di seluruh wilayah," ujar Eliza dalam catatannya, Jumat (23/10/2026).

Apabila dilihat dari indikator produksi nasional semata, kata dia, Indonesia sebenarnya sudah swasembada pada komoditas-komoditas tersebut. Namun lagi-lagi, kata dia, keterjangkauan harga di tingkat konsumen masih lemah.