Logo Bloomberg Technoz

Hermès dan Cartier Mulai Kehilangan Konsumen Setia di China

News
23 October 2026 18:30

Pelanggan mengantri di depan butik Hermes (Bloomberg)
Pelanggan mengantri di depan butik Hermes (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Raksasa barang mewah, termasuk Hermès dan Cartier, mengalami penurunan penjualan yang lebih tajam di China. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pengetatan belanja oleh konsumen kaya di negara tersebut mulai menghantam bahkan merek-merek yang selama ini paling tangguh.

Penjualan kedua merek di China daratan turun hingga dua digit pada Agustus dan September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data dua firma riset yang disurvei Bloomberg dan memantau industri tersebut. Penurunan ini signifikan karena Hermès International SCA dan Cartier milik Cie Financiere Richemont SA relatif tidak terdampak ketika perlambatan konsumsi barang mewah yang lebih luas mulai terjadi pada Juni, berdasarkan data kedua firma tersebut.


Penjualan di China daratan untuk 25 merek barang mewah terbesar, termasuk Louis Vuitton dan Gucci, juga terus melemah. Penjualan kelompok merek tersebut anjlok hingga dua digit pada Agustus dan September, menurut kedua firma riset itu.

Bisnis tetap lesu selama libur Hari Nasional China, yang berlangsung selama tujuh hari pada awal Oktober dan dikenal sebagai Golden Week, meskipun konsumen meningkatkan belanja untuk perjalanan. Hal ini diungkapkan sejumlah pihak yang mengetahui situasi tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara kepada publik.