Logo Bloomberg Technoz

Menkes: Indonesia Masih Kekurangan Dokter hingga 2032

Dinda D
23 October 2026 14:50

Para dokter residen melakukan mogok kerja di luar Rumah Sakit St. Thomas di London, Inggris, Rabu (17/12/2025). (Jose Sarmento Matos/Bloomberg)
Para dokter residen melakukan mogok kerja di luar Rumah Sakit St. Thomas di London, Inggris, Rabu (17/12/2025). (Jose Sarmento Matos/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memproyeksikan Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis atau dokter dalam jumlah besar hingga 2032.

Tanpa percepatan produksi dokter, kesenjangan kebutuhan diperkirakan mencapai 93.200 dokter umum, 133.643 dokter gigi, dan 65.049 dokter spesialis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan perencanaan kebutuhan tenaga medis nasional periode 2023-2032 yang ditinjau bersama NHS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekurangan dokter masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.


Berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) per 21 Oktober 2026 yang dipaparkan Kemenkes, sebanyak 87% wilayah masih membutuhkan tambahan 81.416 dokter umum. Sementara itu, 95% wilayah masih kekurangan 127.189 dokter gigi dan 93% wilayah membutuhkan tambahan 55.192 dokter spesialis.

Peta kebutuhan tersebut juga menunjukkan kekurangan tenaga medis tersebar di ratusan kabupaten/kota. Sebanyak 446 kabupaten/kota masih kekurangan dokter umum, 490 kabupaten/kota kekurangan dokter gigi, dan 481 kabupaten/kota kekurangan dokter spesialis.