Logo Bloomberg Technoz

Investor Desak MSCI Jelaskan Peringatan Downgrade Bursa Saham RI

News
22 October 2026 09:45

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg News

Bloomberg, Ketika para pejabat MSCI Inc bergabung dalam sebuah panggilan konferensi pada Selasa (20/10) sore, banyak dari 100 lebih peserta merupakan investor yang masih terkejut oleh peringatan mendadak penyedia indeks tersebut mengenai potensi penurunan status Indonesia sebanyak dua tingkat. Mereka mempertanyakan perlunya langkah drastis tersebut dan ingin mengetahui apakah Indonesia masih berpeluang mempertahankan statusnya sebagai pasar berkembang.

Kasus Indonesia bukanlah persoalan indeks, melainkan persoalan pasar, kata Managing Director MSCI Raman Aylur Subramanian dalam panggilan konferensi yang diselenggarakan UBS Group AG, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas informasi tertutup. Subramanian menambahkan bahwa reformasi diperlukan untuk menyingkirkan “pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab”, menurut sumber-sumber tersebut.


Pernyataan Subramanian memperjelas satu hal: ketika Indonesia berpacu dengan waktu untuk menghindari penurunan status dua tingkat sekaligus, Indonesia harus meyakinkan MSCI dan investor global bahwa otoritas mampu mengatur pasar saham secara efektif.

Peringatan MSCI pekan lalu secara tegas menyatakan bahwa aturan baru saja tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan. Dengan waktu sedikit lebih dari delapan bulan sebelum keputusan pada Juni 2027, tantangan bagi otoritas Indonesia adalah membangun rekam jejak penegakan aturan yang meyakinkan, mulai dari mengungkap struktur kepemilikan yang tidak transparan, menyelidiki perdagangan mencurigakan, hingga menjatuhkan sanksi tegas, termasuk terhadap perusahaan yang terkait dengan sejumlah kelompok bisnis paling berpengaruh di negara ini.

Jakarta Composite Index. (Sumber: Bloomberg)