Logo Bloomberg Technoz

Simulasi Bencana untuk Murid Sekolah di Jakarta

Andrean Kristianto
21 October 2026 18:15

Murid berlindung di bawah meja saat simulasi bencana gempa bumi di SDN Pejaten Timur 11, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Murid berlindung di bawah meja saat simulasi bencana gempa bumi di SDN Pejaten Timur 11, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Suara bel mendadak memecah kegiatan belajar di SDN Pejaten Timur 11 dan para murid berlindung dibawah meja. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suara bel mendadak memecah kegiatan belajar di SDN Pejaten Timur 11 dan para murid berlindung dibawah meja. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tak lama kemudian mereka bergegas keluar  kelas sambil melindungi kepala dengan tangan atau tas. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tak lama kemudian mereka bergegas keluar kelas sambil melindungi kepala dengan tangan atau tas. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka keluar kelas dan menuruni tangga menuju lapangan sekolah dengan tangan melindungi kepala. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka keluar kelas dan menuruni tangga menuju lapangan sekolah dengan tangan melindungi kepala. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tak lama kemudian, seorang guru turun melalui tangga dan menggendong siswa yang terkulai lemas. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tak lama kemudian, seorang guru turun melalui tangga dan menggendong siswa yang terkulai lemas. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka turut membantu membawa siswa tersebut menggunakan tandu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka turut membantu membawa siswa tersebut menggunakan tandu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Anggota PMR dan Pramuka kemudian memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang pingsan tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Anggota PMR dan Pramuka kemudian memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang pingsan tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka memasang perban pada bagian kepala dan kaki siswa yang disimulasikan mengalami luka. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka memasang perban pada bagian kepala dan kaki siswa yang disimulasikan mengalami luka. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adegan tersebut menjadi bagian dari latihan menghadapi keadaan darurat akibat gempa bumi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adegan tersebut menjadi bagian dari latihan menghadapi keadaan darurat akibat gempa bumi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Murid berlindung di bawah meja saat simulasi bencana gempa bumi di SDN Pejaten Timur 11, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Suara bel mendadak memecah kegiatan belajar di SDN Pejaten Timur 11 dan para murid berlindung dibawah meja. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tak lama kemudian mereka bergegas keluar  kelas sambil melindungi kepala dengan tangan atau tas. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mereka keluar kelas dan menuruni tangga menuju lapangan sekolah dengan tangan melindungi kepala. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tak lama kemudian, seorang guru turun melalui tangga dan menggendong siswa yang terkulai lemas. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka turut membantu membawa siswa tersebut menggunakan tandu. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Anggota PMR dan Pramuka kemudian memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang pingsan tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mereka memasang perban pada bagian kepala dan kaki siswa yang disimulasikan mengalami luka. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Adegan tersebut menjadi bagian dari latihan menghadapi keadaan darurat akibat gempa bumi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Suara bel mendadak memecah kegiatan belajar di SDN Pejaten Timur 11, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026) pukul 10.00 WIB. Anak-anak yang semula berada di dalam kelas segera berlindung di bawah meja sebelum bergegas keluar sambil melindungi kepala dengan tangan atau tas.

Setelah keluar dari kelas, para siswa berkumpul di depan ruangan sebelum menuruni tangga menuju lapangan sekolah. Mereka bergerak menuju titik kumpul dengan mengikuti arahan untuk menjauhi bangunan.

Tak lama kemudian, seorang guru turun melalui tangga dan menggendong siswa yang terkulai lemas untuk dibawa ke tempat aman. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka turut membantu membawa siswa tersebut menggunakan tandu.

Sejumlah anggota PMR dan Pramuka kemudian memberikan pertolongan pertama dengan memasang perban pada bagian kepala dan kaki siswa yang disimulasikan mengalami luka. Adegan tersebut menjadi bagian dari latihan menghadapi keadaan darurat akibat gempa bumi.

Rangkaian kegiatan itu merupakan simulasi bencana yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serentak di sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa, guru, dan aparatur pemerintahan dalam menghadapi gempa bumi.

Di lingkungan sekolah, peserta berlatih melindungi diri, mengikuti jalur evakuasi, dan berkumpul di titik aman. Sementara itu, aparatur pemerintahan berlatih mengenali jalur penyelamatan serta menjalankan prosedur tanggap darurat secara terkoordinasi.

Melalui latihan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya membangun kesadaran terhadap risiko bencana di lingkungan pendidikan dan perkantoran. Peserta juga dilatih memahami langkah penyelamatan diri dan memberikan pertolongan kepada orang lain ketika keadaan darurat terjadi.

(dre/ain)