Logo Bloomberg Technoz

Bidik Kredit Sektor Prioritas, BI Kucurkan Likuiditas Rp458 T

Pramesti Regita Cindy
22 October 2026 08:35

RDG Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Pramesti Regita Cindy)
RDG Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Pramesti Regita Cindy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang telah diperoleh perbankan mencapai Rp458,5 triliun hingga minggu pertama Oktober 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan insentif tersebut diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas sekaligus memperkuat likuiditas di pasar uang.

"Hingga minggu pertama, Oktober 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp458,5 triliun rupiah dengan alokasi pada KLM Financing Channel sebesar Rp336,4 triliun," kata Destry dalam RDG BI bulan Oktober, dikutip Kamis (22/10/2026).


"Serta alokasi pada KLM Pendalaman Pasar Uang atau PPU yang baru diterapkan di tanggal 1 Oktober lalu itu sudah mendapatkan insentif sebesar Rp122,1 triliun," sambungnya.

Adapun sebagai bagian dari bauran kebijakannya, bank sentral menetapkan besaran KLM menjadi 5%, dengan insentif melalui financing channel paling tinggi 3% dari dana pihak ketiga (DPK) dan insentif pendalaman pasar uang paling tinggi 2%.