
Bloomberg News
Bloomberg, Harga tembaga melemah bersama logam dasar lainnya, setelah data harga konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pengetatan kebijakan moneter secara lebih agresif.
Sentimen penghindaran risiko (risk-off) melanda pasar—di mana saham sektor teknologi paling terdampak—setelah data pada Rabu menunjukkan inflasi AS bergerak dengan laju tercepat dalam lima bulan terakhir.
Di London Metal Exchange (LME), harga tembaga turun 0,60% menjadi US$14.490,50 per ton pada pukul 12.55 siang waktu Jakarta, mencatatkan penurunan harian ketiga secara berturut-turut.
Data inflasi AS ini meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang guna mendinginkan perekonomian.































