Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Rerata Harga Tembaga 2026 Diramal US$13.500, Dampak Tarif AS

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 October 2026 08:20

Limbah kawat tembaga di dalam wadah di fasilitas daur ulang. (Fotografer: Nathan Laine/Bloomberg)
Limbah kawat tembaga di dalam wadah di fasilitas daur ulang. (Fotografer: Nathan Laine/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – BMI Research, lengan riset Fitch Solutions, merevisi proyeksi harga rata-rata tembaga untuk tahun 2026 menjadi US$13.500/metrik ton (mt).

Angka ini meningkat signifikan dari perkiraan sebelumnya di level US$12.700/mt.

Penyesuaian tersebut didorong oleh dislokasi pasar akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) serta kendala pasokan hulu yang terus berlanjut.


Kebijakan proteksionisme dagang dari Washington dinilai memicu distorsi besar pada ketersediaan tembaga di tingkat global.

"Ketidakpastian tarif AS menjadi katalis arah harga terdekat yang paling jelas, memberikan efek distorsi yang signifikan pada pasar, menciptakan kondisi defisit buatan di luar pasar AS karena ketersediaan tembaga global menjadi ketat,” ungkap BMI dalam risetnya, yang dilansir pekan ini.

Proyeksi harga tembaga./dok. BMI