Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Efek Defisit 1,7 Juta Ton, Tembaga Diproyeksi US$17.000 pada 2035

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 October 2026 10:50

Batang tembaga di pasar logam grosir di Mumbai, India./Bloomberg-Dhiraj Singh
Batang tembaga di pasar logam grosir di Mumbai, India./Bloomberg-Dhiraj Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga tembaga dunia diproyeksikan menyentuh level US$17.000/metrik ton pada 2035, ditopang oleh ekspektasi defisit pasokan secara drastis akibat pesatnya laju transisi hijau global.

Dalam kaitan itu, BMI—lengan riset Fitch Solutions—menyebut peralihan neraca pasokan tembaga global diperkirakan mulai terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Pasokan tembaga diproyeksikan masih mengalami surplus sebesar 43.300 metrik ton pada 2026. Namun, kondisi tersebut berbalik menjadi defisit sebesar 98.800 metrik ton pada 2027. 


Defisit pasokan ini diperkirakan terus membengkak hingga mencapai 714.00 metrik ton pada 2030 dan berlanjut hingga 1,7 juta metrik ton pada 2035.

Proyeksi defisit logam tembaga dunia./dok. BMI

"Pasar tembaga diproyeksikan masuk ke dalam kondisi defisit yang makin membesar seiring dengan dipercepatnya transisi hijau dan melonjaknya permintaan logam hijau," ungkap analis BMI Research dalam laporan prospek jangka panjangnya yang dirilis pekan ini.