Logo Bloomberg Technoz

Menperin Ingin Beras Lama Bulog Murah, Jadi Bahan Baku Industri

Ibnu Affan
15 October 2026 11:00

Beras Bulog. Ilustrasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Beras Bulog. Ilustrasi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perindustrian Sarmuji mengungkapkan adanya keluhan industri makanan dan minuman yang tengah kesulitan mendapat bahan baku beras. Kondisi ini terjadi lantaran harga yang cukup tinggi dan tidak ekonomis.

Informasi tersebut diterima Sarmuji saat menerima audiensi Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (GAPMMI) di kantornya, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Sarmuji menjajaki opsi pemanfaatan stok lama beras Bulog sebagai bahan baku utama pengolahan pangan.

"Kita sedang mencari cara agar stok beras Bulog yang sudah lama tersimpan dapat dimanfaatkan industri, tentunya dengan harga yang bisa ditoleransi oleh pelaku usaha," ujarnya dalam siaran resmi, dikutip Kamis (15/10/2026).


Sarmuji menyampaikan persoalan yang disampaikan GAPMMI adalah tingginya harga beras pecah di dalam negeri sebagai bahan baku industri pengolahan pangan, termasuk industri bihun. Menurutnya, harga beras pecah dari luar negeri hanya berkisar antara Rp5.700 hingga Rp6.000, sedangkan harga di dalam negeri mencapai sekitar Rp11.000.

"Selisih harga ini cukup besar dan tentu memengaruhi daya saing industri. Kalau harga bahan bakunya terlalu tinggi, industri seperti bihun akan sulit bersaing," kata dia.