Logo Bloomberg Technoz

BMKG Ungkap Penyebab Siang Hari di Jakarta Terasa Menyiksa

Dinda D
15 October 2026 13:30

Ilustrasi cuaca panas berkepanjangan di tahun 2026. dok: Bloomberg
Ilustrasi cuaca panas berkepanjangan di tahun 2026. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan sejumlah faktor yang membuat cuaca siang hari di Jakarta dan sekitarnya terasa lebih terik dalam beberapa pekan terakhir. 

Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh suhu udara, tetapi juga kelembapan, minimnya hujan, hingga karakteristik lingkungan perkotaan.

"Yang membuat Jakarta terasa 'lebih menyiksa' sering kali bukan suhu maksimum saja, melainkan kombinasi panas, kelembapan tinggi, polusi udara, minim ruang hijau, dan efek urban heat island," kata Guswanto saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (15/10).


Ia menjelaskan, cuaca cerah selama musim kemarau membuat lebih banyak energi Matahari mencapai permukaan bumi. Tanah, aspal, dan bangunan kemudian menyerap panas sehingga suhu lingkungan meningkat. 

Sementara itu, berkurangnya hujan mengurangi proses pendinginan alami dan membuat permukaan kota cenderung menyimpan panas lebih lama.