Amran Endus Anomali Rantai Pasok Bikin Harga Telur Mahal
Ibnu Affan
15 October 2026 13:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menelusuri rantai pasok ayam dan telur dari hulu hingga hilir menyusul anomali harga yang merugikan peternak sekaligus membebani konsumen.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengidentifikasi penyebab kesenjangan harga dan menindaklanjuti dugaan praktik perdagangan yang tidak sehat, khususnya dari segmen rantai pasok. Lokasi peninjauan dilakukan breeding farm PT Widodo Makmur Unggas di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Di peternak itu [harga ayam] Rp20.000–Rp21.000 per kilogram, tetapi di ujung harga ayamnya bisa Rp45.000 per kilogram. Telur juga demikian. Artinya, ada persoalan dalam rantai pasok yang harus kita cek dari hulu ke hilir,” kata Amran dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).
Amran menegaskan peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memahami kondisi industri perunggasan secara menyeluruh, mulai dari pembibitan hingga distribusi produk ke konsumen.
Apalagi, pemerintah tidak ingin peternak terus menanggung kerugian ketika masyarakat masih menghadapi harga pangan yang tinggi. Penelusuran dilanjutkan lewat pemeriksaan rantai perdagangan guna memastikan penyebab utama kesenjangan harga, sekaligus penguatan pengawasan praktik yang merugikan peternak dan konsumen.





























