Logo Bloomberg Technoz

MASIFIKASI HDEV

Sektor Tambang Dinilai Paling Prospektif buat Adopsi Truk Listrik

Sabrina Mulia Rhamadanty
14 October 2026 12:40

Sebuah truk mengangkut kalium klorida di tambang litium Albemarle Corp. di Calama, wilayah Antofagasta, Cili./Bloomberg-Cristobal Olivares
Sebuah truk mengangkut kalium klorida di tambang litium Albemarle Corp. di Calama, wilayah Antofagasta, Cili./Bloomberg-Cristobal Olivares

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penerapan truk listrik kelas berat atau heavy duty electric vehicle (HDEV) dinilai paling prospektif dilakukan pada sektor pertambangan karena mampu memangkas biaya operasional secara signifikan. 

Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengungkapkan biaya pengangkutan merupakan salah satu komponen operasional terbesar bagi perusahaan tambang yang harus ditekan.

Kondisi ini membuat ruang adopsi truk listrik di kawasan tambang jauh lebih terbuka dibandingkan dengan sektor angkutan lainnya.


"Perusahaan-perusahaan tambang itu memang salah satu biaya operasional terbesarnya itu kan di angkutan, yang harus diturunkan biayanya. Ini kemudian membuat adopsi kendaraan truk listrik untuk tambang itu jauh lebih prospektif, lebih besar ruangnya,” ungkap Fabby saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (14/10/2026). 

Sebuah truk listrik di stasiun pengisian daya di Yulin, Provinsi Shaanxi, China./Bloomberg-Gilles Sabrie

Fabby menambahkan operasional tambang yang berlokasi di daerah terpencil membuat perusahaan harus mengangkut BBM sendiri ke lokasi, sehingga harga bahan bakar menjadi jauh lebih mahal dibanding harga SPBU biasa.