Logo Bloomberg Technoz

BAHAN BAKAR MINYAK

Antrean BBM di Sejumlah Daerah Rawan Ditunggangi Aksi Spekulan

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 October 2026 12:00

Seorang petugas menghitung uang kertas rupiah sementara para pelanggan mengantre di SPBU Pertamina kawasan Nusa Dua, Bali./Bloomberg-Dimas Ardian
Seorang petugas menghitung uang kertas rupiah sementara para pelanggan mengantre di SPBU Pertamina kawasan Nusa Dua, Bali./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Senior dan Guru Besar Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai gangguan logistik memang menjadi faktor pemicu antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah, tetapi keterlibatan spekulan turut memperkeruh situasi di lapangan.

Wijayanto menjelaskan spekulan selalu memanfaatkan momentum ketika harga energi berfluktuasi dan selisih harga antara produk bersubsidi dan nonsubsidi makin melebar.

Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini menjadi ladang subur bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan secara tidak sah.


"Spekulan selalu muncul pada saat harga berubah-ubah dan disparitas harga antara BBM atau LPG subsidi dan nonsubsidi melebar," kata Wijayanto saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (15/10/2026). 

Salah satu SPBU Pertamina di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada Selasa (31/3/2026) malam./Bloomberg Technoz-Azura Yumna

Aksi Penimbunan