Logo Bloomberg Technoz

KRISIS DIESEL

Solar Diperkirakan Turun ke US$130—US$150 Usai Deal Trump-Putin

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 October 2026 10:30

Seorang pengemudi mengisi bahan bakar diesel kendaraannya di halaman depan stasiun bensin Esso di London, Inggris./Bloomberg-Chris J. Ratcliffe
Seorang pengemudi mengisi bahan bakar diesel kendaraannya di halaman depan stasiun bensin Esso di London, Inggris./Bloomberg-Chris J. Ratcliffe

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kesepakatan politik antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melepaskan kembali pasokan solar (diesel) Moskwa ke pasar global dinilai membawa dampak psikologis instan di tengah krisis energi.

Analis komoditas sekaligus pendiri Traderindo Wahyu Laksono memproyeksikan harga solar internasional memang tidak akan langsung anjlok drastis, melainkan terkoreksi bertahap menuju kisaran US130—US150/barel.

"Jika Rusia mampu mengalirkan kembali sekitar 500.000—800.000 barel solar per hari ke pasar eksternal, harga akan terkoreksi bertahap dari kisaran US170—US180 menuju rentang konsolidasi baru di sekitar US130—US150/barel. Namun, ini tetap tergolong sangat mahal secara historis," kata Wahyu saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (15/10/2026).

Selisih harga solar di atas harga minyak mentah. (Bloomberg)

Menurutnya, pasar minyak berjangka saat ini masih mencerna dinamika politik tersebut dengan tingkat volatilitas yang tergolong tinggi.

Kendati sinyal tambahan pasokan dari Rusia mulai direspons pasar, tingkat harga Platts FOB Singapore dan ICE Low Sulphur Gasoil diperkirakan belum akan kembali ke level normal dalam waktu dekat akibat masih tebalnya disrupsi pada rantai pasok global.