Saham Cip Tekan Wall Street Jelang Musim Laporan Keuangan
News
13 October 2026 05:20

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Aksi jual saham perusahaan pembuat cip membuat pergerakan saham AS berfluktuasi menjelang musim laporan keuangan. Pada saat yang sama, para pelaku pasar bersiap menyambut rilis data inflasi pekan ini yang akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Saham-saham perusahaan cip raksasa mencatatkan penurunan terpanjang sejak Juli. Kondisi ini membebani indeks S&P 500 meskipun sebagian besar saham perusahaan di sektor tersebut menguat. Di tengah volume perdagangan saham AS yang menjadi terendah sepanjang 2026, indeks acuan tersebut masih bertahan di dekat level rekor. Optimisme terhadap kinerja keuangan perusahaan yang solid mampu meredam kekhawatiran atas tingginya harga minyak dan imbal hasil obligasi. Sementara itu, kontrak berjangka obligasi pemerintah AS berfluktuasi karena pasar obligasi tunai tutup untuk memperingati Columbus Day.
Reli penguatan saham di Wall Street telah memasuki tahun keempat, dengan indeks S&P 500 melonjak hampir 120% dibandingkan titik terendahnya pada 2022. Kini, investor bersiap menghadapi musim laporan keuangan perusahaan yang dinilai krusial untuk mempertahankan reli tersebut. Ketahanan laba perusahaan menjadi salah satu alasan saham tetap menunjukkan kinerja yang kuat, kata Bret Kenwell dari eToro.
“Pertumbuhan yang kuat mampu menjaga valuasi tetap terkendali dan membuat investor mengabaikan imbal hasil, suku bunga, serta inflasi yang lebih tinggi,” ujarnya. “Satu kuartal lagi dengan kinerja yang kuat dapat memperkuat narasi pasar bullish hingga akhir tahun, sementara hasil yang mengecewakan dapat memicu koreksi pasar yang lebih luas.”

























