Kedudukan Manfaat dan Ancaman AI Tak Lagi Seimbang
Redaksi
12 October 2026 15:55

Bloomberg, Dunia mungkin terlalu bersemangat dengan potensi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan mengabaikan ketidakmatangannya, demikian peringatan para pemimpin industri teknologi pada Senin. Mereka berpendapat bahwa keamanan siber merupakan masalah jangka pendek yang lebih besar daripada perkembangan AI yang terlalu cepat.
Chief Executive Officer TikTok, Shou Chew, menekankan keunggulan yang masih dimiliki manusia dibandingkan AI pada banyak bidang pekerjaan kreatif dalam sebuah acara di Singapura. Spektrum terkait pengenalan visual dan pengambilan memori jangka panjang masih lebih baik dilakukan oleh manusia, katanya.
Dalam acara terpisah di kota yang sama, eksekutif Microsoft Corp., Judson Althoff, menyampaikan pandangan serupa sambil mendesak agar diambil pendekatan yang lebih bijak.
Keduanya turut menandai perubahan nada dari perusahaan teknologi terkemuka, yang belakangan ini berusaha meredam ekspektasi terkait manfaat dan ancaman AI yang segera terjadi. Hal ini terjadi setelah mereka telah menginvestasikan ratusan miliar dolar ke dalam pengembangan dan infrastruktur AI.
“Di satu sisi, saya pikir teknologinya belum sampai di sana. Otak kita bisa melakukan hal-hal yang model AI masih belum bisa lakukan,” kata Chew dalam konferensi yang diselenggarakan oleh DBS Bank.
































