Logo Bloomberg Technoz

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sumatra Belum Optimal

Sabrina Mulia Rhamadanty
12 October 2026 20:40

Amalia Adininggar Widyasanti (Dok. BPS)
Amalia Adininggar Widyasanti (Dok. BPS)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan Pertumbuhan ekonomi regional di Pulau Sumatra tercatat masih belum optimal dan tertinggal dibandingkan wilayah lain seperti Pulau Jawa dan Sulawesi. 

"Jawa, semua provinsi di Pulau Jawa sudah tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional. Beberapa provinsi [di luar Jawa] juga, namun beberapa provinsi masih tumbuh di bawah rata-rata nasional. Ini yang harus didorong dan kami sudah sampaikan informasinya," ujar Amalia usai rapat koordinasi bersama Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (12/10/2026). 

Berdasarkan catatan BPS, dari total 99 kabupaten dan kota di Indonesia yang mampu tumbuh di atas 6% selama Semester I-2026, kontribusi dari Pulau Sumatra terbilang sangat minim. 

Sebagian besar kawasan yang tumbuh tinggi didominasi oleh Pulau Jawa dan Sulawesi yang didorong oleh basis industri pengolahan serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).


"Di Sumatra, baru 9 kabupaten/kota yang ekonominya tumbuh di atas 6%," ungkap Amalia.

Dominasi Pulau Jawa dan Sulawesi dalam daftar tersebut membuktikan bahwa efektivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta keberadaan industri pengolahan yang solid menjadi mesin penggerak utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 

Sulawesi, misalnya, berhasil memanfaatkan nikel dan manufaktur pengolahan logam untuk memicu lonjakan ekonomi lokal, sementara Sumatra baru menyumbang 9 kabupaten/kota—atau kurang dari 10% dari total daerah bertumbuh tinggi—yang mengindikasikan bahwa pemerataan titik pertumbuhan di pulau tersebut masih berada pada level yang terbatas.