Logo Bloomberg Technoz

Houthi Serang Bandara Riyadh, Saudi Ancam Balasan Serius

Redaksi
13 October 2026 05:40

Bendera Arab Saudi berkibar di kota Buraidah, Arab Saudi (Tasneem Alsultan/Bloomberg)
Bendera Arab Saudi berkibar di kota Buraidah, Arab Saudi (Tasneem Alsultan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi Arab Saudi mengatakan pada Senin (12/10) bahwa negaranya telah menghadapi ujian berat, tetapi akan memberikan respons yang “sama seriusnya” terhadap serangkaian serangan mematikan yang dilancarkan Houthi yang didukung Iran terhadap bandara internasional di Riyadh.

“Keamanan energi tidak bisa dianggap remeh,” kata Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, dalam sebuah konferensi energi di Riyadh, dikutip dari CBS News. “Peristiwa dalam beberapa pekan terakhir sangat serius, dan respons kita harus sama seriusnya.”

Serangan mematikan terhadap bandara telah mengguncang negara pengekspor minyak terbesar di dunia itu sejak pekan lalu. Di tengah situasi tersebut, Arab Saudi tengah menjalankan program reformasi ekonomi yang membutuhkan biaya besar untuk menarik investasi asing.


Perang saudara di Yaman yang telah berlangsung selama satu dekade—dengan koalisi militer pimpinan Arab Saudi mendukung pemerintah melawan kelompok Houthi—kembali berkobar beberapa bulan setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meletus. Konflik tersebut telah mengguncang pasar energi dan menyeret Timur Tengah ke dalam krisis.

Operasional Bandara Internasional King Khalid yang luas di pinggiran Riyadh masih dihentikan pada Senin setelah serangan Houthi yang mematikan selama akhir pekan.