Logo Bloomberg Technoz

Pedagang Mengais Rezeki di Sentra Fauna Lenteng Agung yang Sepi

Andrean Kristianto
12 October 2026 19:51

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang merawat hamster di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang merawat hamster di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sampah di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sampah di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang memeriksa burung dara di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang memeriksa burung dara di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merawat hamster di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sampah di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana kios penjualan di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang memeriksa burung dara di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta Selatan, telah ditempati pedagang selama berbulan-bulan. Namun, kawasan yang disiapkan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Barito itu masih sepi pengunjung.

Iwan, salah satu pedagang hewan di sentra tersebut, mulai berjualan di sana setelah Lebaran. Sebelumnya, ia menjajakan dagangannya di pinggir jalan kawasan Ragunan sebelum akhirnya pindah karena tergusur.

“Ga ada malah dari Barito saya dari Ragunan,” kata Iwan, Senin (12/10).

Sejak pindah, Iwan merasakan penurunan pendapatan karena jumlah pembeli belum banyak. Di tengah sepinya transaksi, ia tetap harus mengeluarkan biaya untuk membeli pakan hamster dan ikan yang dijualnya.

“Begini lesu, jadi lebih banyak pengeluaran makan buat dia aja nih (hamster) sama ikan saya itu,” kata Iwan.

Kondisi serupa dialami Yusuf, pedagang burung yang juga menempati sentra tersebut. Pendapatannya jauh berkurang dibandingkan saat ia berjualan di pinggir jalan, ketika banyak orang melintas sepulang kerja.

“Pendapat jauh bagusan di depan, kan di pinggir jalan, banyak orang pulang kerja. Di depan jangkrik bisa sepuluh karung habis. Di sini dua karung aja gak habis,” kata Yusuf saat berbincang dengan Bloomberg Technoz.

Meski pembeli belum banyak, Yusuf masih mengandalkan pelanggan tetap yang datang untuk membeli dagangannya. Kehadiran mereka membantu menjaga usahanya tetap berjalan di tengah aktivitas perdagangan yang belum ramai.

Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung dibangun sebagai salah satu lokasi relokasi pedagang Barito yang terdampak rencana pengembangan Taman Bendera Pusaka. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat edukasi fauna sekaligus wadah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sentra tersebut memiliki 125 kios yang dibagi ke dalam sejumlah zona. Zona A menyediakan 22 kios untuk kuliner, sedangkan Zona B merupakan area amfiteater dengan kapasitas 70 kursi.

Zona C dan D memiliki total 74 kios untuk perdagangan burung dan pakan hewan. Sementara itu, Zona E menyediakan 29 kios untuk penjualan parsel dan kuliner tambahan.

(dre)