Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia Bersiap Melemah Tertekan Aksi Jual Saham Cip

News
13 October 2026 06:01

Ilustrasi Bursa Asia.
Ilustrasi Bursa Asia.

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah setelah aksi jual saham perusahaan pembuat cip menekan sentimen pasar menjelang musim laporan keuangan yang krusial dan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dapat memengaruhi langkah kebijakan Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan mengindikasikan pelemahan, sementara kontrak berjangka Australia bergerak sedikit menguat. Kontrak saham AS relatif tidak banyak berubah setelah indeks saham perusahaan pembuat cip merosot 2,7% dan Nasdaq 100 turun 0,7%. Kontrak berjangka obligasi pemerintah AS berfluktuasi menjelang dimulainya kembali perdagangan obligasi di pasar tunai setelah libur di AS. Sementara itu, indeks Bloomberg yang mengukur kekuatan dolar AS naik ke level tertinggi sejak pertengahan Mei 2025.


Saham Micron Technology Inc turun 3,9%, sedangkan saham SK Hynix Inc yang tercatat di AS merosot 4%. Penurunan ini terjadi setelah pesaing asal China, CXMT, menyatakan telah membuat kemajuan dalam pengembangan desain cip memori yang mampu menyimpan lebih banyak data. Saham Sandisk Corp. anjlok 6%, menjadikannya salah satu saham dengan penurunan terbesar di indeks S&P 500.

Antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) mulai mereda ketika investor mempertimbangkan prospek belanja modal di tengah meningkatnya biaya pinjaman. Reli penguatan saham di Wall Street telah memasuki tahun kelima, dengan indeks S&P 500 naik hampir 120% dari level terendahnya pada 2022. Kondisi ini membuat pertumbuhan laba perusahaan semakin penting untuk membenarkan valuasi saham yang sudah tinggi.