Saham DSSA, BREN, dan TPIA Jadi Sorotan Saat IHSG Jatuh 2% Lebih
Muhammad Julian Fadli
12 October 2026 15:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga pukul 15:15 WIB. IHSG bahkan jatuh lebih dari 2%, imbas aksi jual yang dipimpin oleh saham-saham big caps.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG jatuh dengan kehilangan 151,18 poin (2,48%) di level 5.942,57 pada perdagangan Sesi II, Senin (12/10/2026). Padahal pada perdagangan pagi hari tadi IHSG sempat menguat hingga melesat mencapai posisi tertinggi 6.128.
Namun jelang perdagangan siang hari Indeks Komposit langsung ambruk. Data BEI menunjukkan nilai perdagangan menyentuh Rp10,6 triliun dari sejumlah 55,88 miliar saham yang ditransaksikan, dengan dominasi aksi jual yang masif. Adapun rentang perdagangan sepanjang hari bergerak di level 6.128 dengan titik terendah 5.921.
Berikut sejumlah saham yang menjadi top laggards:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membebani 12,93 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membebani 12,11 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membebani 8,68 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membebani 7,41 poin
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membebani 5,57 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani 5,03 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membebani 4,97 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membebani 4,9 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membebani 4,67 poin
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) membebani 4,61 poin
Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist and Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyebut saham BREN, DSSA, dan TPIA menjadi beban terberat bagi IHSG. Ketiganya secara kolektif memangkas sekitar 34 poin IHSG, atau menyumbang 22% dari penurunan Indeks Komposit.


























