Reli Wall Street Cetak Rekor, Bursa Asia Berpeluang Ikut Menguat
News
07 October 2026 06:25

Thomas Kutty Abraham - Bloomberg News
Bloomberg, Reli yang mencetak rekor di Wall Street berpotensi menjadi sentimen bagi bursa Asia, ketika investor berfokus pada kinerja keuangan perusahaan. Namun, kenaikan harga minyak berisiko membuat suku bunga dan imbal hasil obligasi global bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.
Kontrak berjangka S&P 500 dan indeks Nasdaq 100 mengindikasikan penguatan lanjutan setelah kedua indeks tersebut ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Pencapaian itu terjadi menjelang dimulainya musim laporan keuangan perusahaan AS pekan depan dan didorong oleh kenaikan saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), dengan kapitalisasi pasar Nvidia Corp mendekati US$6 triliun.
Kondisi tersebut berpotensi menopang saham-saham produsen cip di Asia, termasuk Samsung Electronics Co, SK Hynix Inc, dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Hong Kong mengindikasikan kenaikan tipis, sementara kontrak berjangka Korea Selatan dan Taiwan bergerak melemah. Bagi Indonesia, kabar tersebut menjadi kelegaan setelah FTSE Russell kembali menegaskan status saham Indonesia sebagai pasar berkembang.
Di tempat lain, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun dari level tertinggi sejak 2002, sementara indeks kekuatan dolar AS ditutup melemah pada Selasa (6/10).































