Logo Bloomberg Technoz

Menurut Chris Larkin dari E*Trade milik Morgan Stanley, data inflasi pekan ini berpotensi memicu volatilitas pasar dalam jangka pendek. Namun, musim laporan keuangan yang baru dimulai kemungkinan akan memainkan peran lebih besar dalam menentukan momentum pasar hingga akhir tahun.

“Pertumbuhan laba masih mendukung pasar saham, sementara penurunan valuasi baru-baru ini telah memperbaiki keseimbangan risiko dan peluang menjelang musim laporan keuangan kuartal ketiga,” kata para strategis Goldman Sachs Group Inc yang dipimpin Christian Mueller-Glissmann. Mereka pun menaikkan pandangan tiga bulanan terhadap pasar saham menjadi overweight, yang berarti porsi saham dalam portofolio disarankan lebih besar daripada bobot acuannya.

Musim laporan keuangan dimulai pada Selasa (13/10), ketika Goldman Sachs, JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co. menyampaikan hasil kinerja mereka. Sementara itu, Bank of America Corp dan Morgan Stanley dijadwalkan merilis laporan keuangan pada hari berikutnya.

Data yang dihimpun Bloomberg Intelligence menunjukkan, laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan melonjak 25% pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, menurut Jason Pride dan Michael Reynolds dari Glenmede, indeks harga konsumen (IHK) yang akan dirilis pada Rabu kemungkinan menjadi data paling penting yang akan dipertimbangkan The Fed sebelum menggelar pertemuan pada Oktober. Kecuali jika data tersebut menunjukkan inflasi yang lebih tinggi daripada perkiraan, bank sentral AS kemungkinan akan mengambil pendekatan hati-hati sebelum menaikkan suku bunga berikutnya, kata mereka.

Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, mengatakan penyesuaian kebijakan yang lebih kecil tetapi dilakukan lebih sering dapat membantu menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. Namun, ia tidak secara tegas mendukung kenaikan suku bunga pada bulan ini.

(bbn)

No more pages