Sinergi SMV Kemenkeu Dorong Kemiri NTB Tembus Pasar Global

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) terus mendorong optimalisasi peran Special Mission Vehicle (SMV) sebagai bagian dari kekayaan negara untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat. Sejak 2022, DJKN menginisiasi agar seluruh SMV bersinergi melaksanakan TJSL sebagai upaya mengoptimalkan peran dan kompetensi masing-masing dalam memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sinergi SMV Kementerian Keuangan Tahun 2026 bertajuk “Pemberdayaan Komoditas Desa Devisa Kemiri Nusa Tenggara Barat yang Berkelanjutan dan Berorientasi Ekspor”, yang diluncurkan di Mataram, Kamis (24/9).
Program ini menjangkau 40 desa dan 350 petani binaan dengan cakupan lahan sekitar 7.836 hektare dan produksi sekitar 120 ton kemiri per tahun. Intervensi dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penanaman bibit dan peningkatan kapasitas petani, pembangunan sentra produksi, modernisasi pascapanen, pemanfaatan energi surya, hingga pengembangan produk turunan seperti minyak kemiri dan briket.
Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengatakan, pengembangan potensi daerah menjadi bagian penting dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah Pusat berperan sebagai enabler untuk mendorong potensi ekonomi daerah agar berkembang lebih cepat sehingga daerah tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan.
“Saya senang melihat semangat sinergi yang sangat kuat di NTB. Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan NTB, yaitu ‘Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur dan Mendunia’. SMV hadir untuk menginisiasi, memperkuat kapasitas, membangun ekosistem, dan membuka akses. Setelah modelnya terbentuk dan kegiatan ekonominya berjalan, Pemerintah Daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat melanjutkan dan memperbesar skalanya,” demikian disampaikan Menteri Keuangan dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Menteri Keuangan, Dwi Teguh Wibowo.































