Logo Bloomberg Technoz

Jelang Keputusan BI, Rupiah Menguat Ditopang Harga Minyak

Tim Riset Bloomberg Technoz
23 September 2026 09:33

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan dengan penguatan 0,15% ke Rp17.846/US$ pada Rabu (23/9/2026). Tak lama berselang, rupiah kembali melanjutkan penguatannya 0,24% menjadi Rp17.830/US$. 

Meredanya tekanan harga minyak menjadi penopang gerak rupiah di pasar spot hari ini. Sejalan dengan mata uang kawasan yang dimpimpin menguat oleh won Korea Selatan 0,27%. Rupiah berada di posisi kedua, disusul peso Filipina, dolar Taiwan, baht Thailand, dan ringgit Malaysia yang menguat terbatas. 

Rupiah dan mata uang Asia (Bloomberg)

Harga minyak mentah Brent kembali terpangkas 0,5% ke US$98,75/barel pada 09.10 WIB, menyusul adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran untuk mengakhiri perang. 


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan para pejabat AS telah menggelar pertemuan yang 'sangat produktif' dengan utusan Iran, meskipun sebelumnya dia mengancam akan memusnahkan Republik Islam tersebut dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump menambahkan bahwa pertemuan lanjutan telah direncanakan.

Pernyataan ini meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak yang sempat melanda pasar dan membuat mata uang negara-negara pengimpor minyak punya ruang penguatan pagi ini.