Harga Minyak Turun, Tekanan Rupiah Bisa Terpangkas
Tim Riset Bloomberg Technoz
23 September 2026 08:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menjelang keputusan suku bunga acuan BI Rate hari ini (23/9/2026), tekanan terhadap rupiah spot diperkirakan lebih terbatas daripada kemarin yang sempat berada dalam posisi rawan dan ditutup melemah 0,21% di Rp17.884/US$. .
Terlebih, harga minyak berangsur melandai dengan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran untuk mengakhiri perang. Brent berada di kisaran US$99,1/barel, dan West Texas Intermediate (WTI) di US$90,05/barel.
Penurunan harga minyak itu membawa ruang bagi mata uang Asia. Won Korea Selatan menguat 0,53%, disusul baht Thailand 0,19%, ringgit Malaysia 0,09%, yuan offshore 0,04%, dan dolar Hong Kong 0,02%. Sebaliknya, di zona merah hanya ada yen Jepang melemah terbatas.
Adapun, rupiah di pasar spot kemungkinan masih akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/US$.
Di dalam negeri, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini. Konsensus Bloomberg terhadap ekonom dan analis menghasilkan median estimasi 5,75%, artinya BI diperkirakan kembali menahan BI Rate.




























