Logo Bloomberg Technoz

Saham Teknologi Melesat, Bursa Asia Berpotensi Menguat

News
22 September 2026 06:30

Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia berpotensi menguat setelah reli yang dipimpin sektor teknologi di Wall Street dan penurunan harga minyak, di tengah harapan adanya kemajuan diplomatik dalam perang Iran.

Kontrak berjangka indeks saham Hong Kong, Korea Selatan, dan Australia mengindikasikan penguatan, sementara pasar Jepang masih tutup untuk hari libur. Kontrak berjangka indeks acuan AS bergerak relatif stabil setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatat kinerja harian terbaik sejak awal Agustus.


Indeks yang melacak saham-saham teknologi melonjak lebih dari 4% setelah tanda-tanda awal keberhasilan agen kecerdasan buatan (AI) milik Meta Platforms Inc kembali membangkitkan antusiasme terhadap sektor tersebut. Saham Meta melonjak 11%, kapitalisasi pasar Advanced Micro Devices Inc menembus US$1 triliun, sedangkan Nasdaq 100 naik 2,8%.

Harga minyak AS turun untuk hari kelima berturut-turut setelah minyak mentah Brent ditutup melemah 3,4% pada Senin (21/9) dan menetap di sekitar US$100 per barel. Penurunan ini terjadi seiring indikasi peningkatan ekspor minyak Arab Saudi melalui Selat Hormuz, yang bertepatan dengan munculnya kembali harapan diplomatik terkait perang Iran. Penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan membantu menekan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun sebesar lima basis poin menjadi 4,95%. Dolar AS sedikit menguat.

Chip Stocks Extend Winning Run on AI Bets. (Sumber: Bloomberg)