“Pasar keuangan kembali menunjukkan sikap risk-on setelah sebelumnya dipenuhi kekhawatiran mengenai imbal hasil obligasi pemerintah, tumpukan utang, dan kemungkinan kembalinya kebijakan moneter yang lebih ketat di bank sentral paling berpengaruh di dunia,” kata Chris Beauchamp, kepala analis pasar di platform investasi dan perdagangan IG.
Kenaikan Bitcoin melanjutkan pemulihan yang dimulai akhir pekan lalu, ketika pasar kripto mampu menyerap kegagalan Clarity Act yang diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih besar mengenai regulasi industri, serta kenaikan suku bunga Federal Reserve untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Sentimen juga membaik setelah Securities and Exchange Commission pada Kamis memberikan lampu hijau bagi sekuritas dalam bentuk digital untuk mulai diperdagangkan di AS.
“Kapitalisasi pasar kripto telah meningkat menjadi US$2,8 triliun, level tertinggi sejak akhir Januari tahun ini,” kata Alex Kuptsikevich, kepala analis pasar FxPro. “Meskipun reli pada Jumat diikuti oleh meningkatnya tekanan jual, pembeli kembali mendominasi pasar cryptocurrency sejak Minggu.”
Saham perusahaan yang terkait dengan kripto juga menguat. Coinbase Global Inc. naik 3,5%, Circle Internet Group Inc. melonjak 3%, dan Strategy Inc. naik 9,5%.
Open interest Bitcoin di platform perdagangan opsi Deribit didominasi oleh kontrak call, yang menandakan sentimen bullish. Platform tersebut mencatat lebih dari 272.000 kontrak yang memberikan hak untuk membeli Bitcoin, dibandingkan dengan lebih dari 154.000 kontrak put, atau hak untuk menjual.
“Pasar opsi Bitcoin saat ini diposisikan untuk menangkap potensi kenaikan,” kata Pratik Kala, manajer portofolio di hedge fund aset digital Apollo Crypto. “Pelaku pasar mengubah posisi dari perlindungan terhadap penurunan menjadi upaya untuk menangkap potensi kenaikan.”
Namun, trader belum yakin momentum tersebut dapat bertahan mengingat tekanan ekonomi makro yang masih berat, dengan harga minyak mentah tetap di atas US$100 per barel dan imbal hasil US Treasury masih tinggi.
Bitcoin masih berada di bawah level tertingginya pada 2026, yakni di atas US$97.000 pada pertengahan Januari, dan jaraknya lebih jauh lagi dari rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober. Antusiasme investor ritel juga masih sulit untuk kembali karena saham kecerdasan buatan (AI) dan perdagangan lain yang terkait AI bersaing memperebutkan sumber modal spekulatif yang sama.
“Untuk pekan ini, sebenarnya tidak ada katalis besar yang perlu diperhatikan, tetapi pernyataan hawkish atau dovish dari pejabat The Fed dapat berdampak pada pasar,” kata Jeff Mei, chief operating officer BTSE.
(bbn)































