Logo Bloomberg Technoz

BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut, yang didukung oleh labilitas lokal yang kuat, membuat proses pengangkatan massa udara menjadi lebih optimal. 

"Akibatnya, potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah terdampak dapat meningkat," kata BMKG dalam keterangannya, Senin (21/09).

Pada periode 18-20 September 2026, cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas sedang. 

Peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. 

BMKG menetapkan kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Adapun potensi angin kencang perlu diwaspadai di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua Selatan.

Pada periode berikutnya, BMKG juga mengingatkan potensi hujan di sejumlah wilayah, antara lain Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. 

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat berada pada kategori siaga di Papua Tengah, sementara angin kencang berpotensi terjadi di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi secara lokal masih dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, sehingga berpotensi menimbulkan genangan, longsoran material, maupun sambaran petir.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg. Langkah antisipatif diperlukan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, kekeringan, maupun kebakaran hutan dan lahan.

(dec/spt)

No more pages