Logo Bloomberg Technoz

“Selama mampu bertahan di atas support 6.390, terdapat peluang technical rebound menuju 6.585, sementara breakout level tersebut membuka ruang menuju 6.705, sebaliknya breakdown 6.390 berpotensi membawa IHSG menguji 6.220,” kata dia.

Di sisi lain, emas kembali menguat sekitar US$4.390 per oz seiring turunnya harga minyak dunia dan ketidakpastian global. Dengan demikian, dia menambahkan, aliran dana ke saham berbasis komoditas berpotensi menjadi perhatian investor.

IHSG terkoreksi 1,53% sepekan ke level 6.462 disertai dengan foreign outflow Rp2,9 triliun di pasar reguler. Sementara itu, IDX30 dan LQ45 masing-masing turun 1,11% dan 1,25%.

Tekanan pada indeks komposit berasal dari higher-for-longer The Fed, UST 10Y yang kembali di sekitar 5%, pelemahan rupiah serta harga minyak yang sempat menguat.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menyematkan level support IHSG di 6.371 dan 6.290 dengan resistance 6.566 dan 6.636.

“Sejatinya, struktur bullish masih berlaku. Berdasarkan indikator, MA20&60 masih dalam kondisi positive crossover, didukung kenaikan volume,” kata Nafan.

Kendati demikian, kata Nafan, ruang penguatan diperkirakan masih terbatas karena para pelaku investor akan mencermati perkembangan kebijakan moneter global dan domestik, terutama setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,75%–4,00%.

“Sementara itu, agenda rebalancing FTSE dan implementasi kembali transaksi short selling juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham tertentu,” tuturnya.

(naw)

No more pages