"Jadi, dengan strategi yang on track, kami harapkan kami tetap dapat menjaga level imbal hasil dari SBN [Surat Berharga Negara] kita," tutur dia.
Adapun hingga Agustus 2026, APBN tercatat masih mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93% terhadap PDB. Meski demikian, keseimbangan primer masih surplus mencapai Rp154 triliun.
(ain)
No more pages






























