Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi HTH dengan kategori kekeringan ekstrem atau lebih dari 60 hari juga terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Barat.

Untuk wilayah Yogyakarta, HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, dengan durasi mencapai 131 hari. Angka tersebut menjadi durasi HTH terpanjang dalam pemantauan yang diperbarui pada 10 September 2026.

Jawa Tengah berada di posisi berikutnya dengan 130 hari tanpa hujan, sedangkan Jawa Timur mencatat 129 hari. Kondisi di Jawa Timur juga tergolong kekeringan ekstrem karena sejumlah wilayahnya telah mengalami HTH lebih dari 60 hari.

Selain mencatat wilayah yang mengalami periode kering panjang, BMKG juga terus memantau potensi kekeringan meteorologis. Dalam peringatan dini untuk Dasarian II September 2026, seluruh wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Timur masuk dalam wilayah yang mendapatkan peringatan terkait kekeringan meteorologis kategori awas.

Daftar Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan Terpanjang

Warga menggunakan payung saat cuaca panas di jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Berdasarkan data monitoring HTH yang diperbarui pada 10 September 2026, berikut sejumlah wilayah dengan durasi Hari Tanpa Hujan terpanjang:

  1. DI Yogyakarta: 131 hari

  2. Jawa Tengah: 130 hari

  3. Jawa Timur: 129 hari

  4. Nusa Tenggara Timur: 118 hari

  5. Nusa Tenggara Barat: 115 hari

  6. Bali: 113 hari

  7. Jawa Barat: 110 hari

  8. Banten: 108 hari

  9. Sulawesi Selatan: 102 hari

  10. Maluku: 94 hari

  11. Sulawesi Barat: 91 hari

  12. Kalimantan Selatan: 89 hari

  13. Kalimantan Tengah: 89 hari

  14. Sulawesi Tenggara: 89 hari

  15. Gorontalo: 89 hari

  16. Sulawesi Utara: 88 hari

  17. Maluku Utara: 86 hari

BMKG menjelaskan bahwa Hari Tanpa Hujan merupakan informasi mengenai jumlah hari berturut-turut ketika suatu wilayah tidak mengalami hujan. Data tersebut menjadi salah satu informasi yang digunakan untuk memantau kondisi iklim dan perkembangan kekeringan di Indonesia.

Kondisi tanpa hujan dalam waktu panjang dapat menjadi perhatian terutama bagi wilayah yang memiliki kebutuhan air cukup tinggi. Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah kering diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menyesuaikan pemakaian dengan kondisi ketersediaan air.

Di sisi lain, kondisi cuaca tidak selalu sama di seluruh wilayah Indonesia. Ketika sejumlah daerah mengalami periode kemarau panjang, wilayah lainnya justru dapat mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi. Oleh sebab itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat di daerah yang sering diguyur hujan untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik.

Imbauan tersebut juga disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya. BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah kering untuk menghemat air, sedangkan masyarakat di wilayah yang sering mengalami hujan diminta memastikan saluran drainase tidak tersumbat.

"Bagi wilayah kering, yuk tetap hemat air. Untuk wilayah yang sering hujan, pastikan selokan bersih agar aliran air lancar ya! Stay safe & tetap siaga ya, Sobat!" tulis BMKG dalam akun Instagram resminya, dikutip Jumat (18/9/2026).

Sementara itu, analisis BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi musim kemarau. Wilayah yang mengalami musim kemarau mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Untuk periode Dasarian II September hingga Dasarian I Oktober 2026, BMKG memprediksi curah hujan secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah. Curah hujan di sejumlah wilayah diprediksi berada pada kisaran 0 hingga 150 milimeter per dasarian.

Kondisi tersebut membuat pemantauan perkembangan musim hujan dan Hari Tanpa Hujan tetap penting dilakukan. Perubahan kondisi cuaca dapat terjadi dari waktu ke waktu sehingga masyarakat disarankan mengikuti informasi resmi BMKG, terutama ketika berada di wilayah yang mendapatkan peringatan dini kekeringan maupun cuaca ekstrem.

Dengan adanya data Hari Tanpa Hujan, masyarakat dan pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi kekeringan di masing-masing wilayah. Informasi tersebut juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.

BMKG sendiri terus memperbarui informasi iklim dan cuaca berdasarkan hasil pemantauan di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat dapat mengikuti pembaruan tersebut melalui kanal resmi BMKG agar informasi mengenai kondisi hujan, musim kemarau, maupun potensi kekeringan yang diterima tetap berasal dari sumber resmi.

(seo)

No more pages