Logo Bloomberg Technoz

Bunga Naik di Eropa, Amerika, Sampai Jepang, Indonesia Juga?

Redaksi
18 September 2026 13:26

Harga minyak melandai, BI Rate berpeluang tahan BI Rate di 5,75%. (Diolah dari Berbgai Sumber)
Harga minyak melandai, BI Rate berpeluang tahan BI Rate di 5,75%. (Diolah dari Berbgai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank sentral utama di bebagai negara mengambil langkah pengetatan dengan mengerek suku bunga acuan pada September. Bukan tanpa sebab, perjuangan melawan inflasi belum kunjung usai, mengingat harga minyak bertahan di level tinggi disertai ketidakpastian resolusi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak, walaupun sudah turun, masih berada di level tinggi dan membuat sejumlah bank sentral utama seperti Federal Reserve di Amerika Serikat (AS), ECB (Uni Eropa), sampai BoJ (Jepang) kompak menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).

Melansir data Bloomberg, inflasi AS pada Agustus berada di 3,4% secara tahunan, melampaui target 2%. Sementara, inflasi Zona Eropa 3,3% naik dari bulan sebelumnya 2,9%. Capaian inflasi itu membuat kedua bank sentral mengambil sikap tegas dengan menaikkan suku bunga acuan di September. 


The Fed mengerek suku bunga acuan 25 bps ke 3,75-4%. Sebelumnya ECB juga mengerek suku bunga acuan 25 bps menjadi 2,5%.

ECB memperkirakan inflasi rata-rata mencapai 3% pada 2026, kemudian 2,5% pada 2027, dan 2,1% pada 2028 sehingga tekanan inflasi diperkirakan masih berada di atas target 2% dalam beberapa tahun ke depan.