Logo Bloomberg Technoz

Kolektor Kripto Jadi Sasaran Marah Investor yang Merugi Rp887 T

News
18 September 2026 11:04

Pameran Kripto dalam Dubai Crypto Expo di Dubai, United Arab Emirates (UAE). (Christopher Pike/Bloomberg)
Pameran Kripto dalam Dubai Crypto Expo di Dubai, United Arab Emirates (UAE). (Christopher Pike/Bloomberg)

Olga Kharif, Ryan Weeks, dan Muyao Shen-Bloomberg News

Bloomberg, Para investor semakin gencar meneliti besaran gaji yang dibayarkan oleh para penimbun kripto kepada karyawannya, sementara para pemegang saham menanggung kerugian total US$50 miliar (sekitar Rp887,1 triliun).

Baik investor ritel maupun institusional sama-sama mengalami kerugian akibat perdagangan yang semula sangat panas di pasar kripto tahun 2025. Kedua kelompok tersebut kini beralih ke aksi aktivisme untuk mencoba membatasi kerugian.


Pekan sebelumnya, SkyAI Inc., sebuah perusahaan pembuat jarum suntik yang beralih menjadi pembeli Solana, mendapat tekanan terkait rencana insentif ekuitas senilai jutaan dolar untuk staf, serta transaksi pihak terkait, sementara Metaplanet Inc., perusahaan akumulator Bitcoin yang berbasis di Tokyo, berusaha meredam badai di media sosial dengan membatalkan waran senilai sekitar US$220 juta.

Tekanan ini muncul di tengah harga saham perusahaan treasury aset digital (digital-asset treasury/DAT) yang terpuruk jauh di bawah nilai kepemilikan kripto mereka. Nilai pasar yang sepenuhnya terdilusi dari perusahaan treasury terdaftar yang berinvestasi dalam Bitcoin dan Ether saat ini berada di sekitar US$90 miliar, sekitar 40% di bawah puncaknya, menurut firma analitik Artemis.