Penurunan saham setelah keputusan The Fed merupakan “reaksi yang berlebihan” dan menciptakan peluang untuk membeli, menurut Bob Edwards, chief investment officer di Edwards Asset Management.
“Sekarang setelah kenaikan suku bunga ini terlewati, saham dapat kembali bergerak karena ketidakpastian telah mereda,” ujarnya.
“Saya tidak melihat perlunya menambah kenaikan suku bunga di atas keputusan pada Rabu hanya untuk membuktikan suatu poin, tetapi Federal Reserve akan mengikuti langkah yang dianggapnya diperlukan.”
“Pada akhirnya, kami memperkirakan data ekonomi akan lebih menentukan arah kebijakan The Fed,” kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets. “Seiring investor terus mencerna implikasi ke depan dari kembalinya The Fed ke mode pengetatan, kami semakin konstruktif terhadap durasi dan memperkirakan imbal hasil akan perlahan turun dalam beberapa pekan mendatang.”
Kecuali harga energi naik secara signifikan, inflasi utama kemungkinan akan jauh lebih mendekati target pada musim semi tahun depan, menurut Tiffany Wilding dari Pacific Investment Management Co. Ke depan, kondisi ini dapat mengurangi sebagian tekanan terhadap The Fed, ujarnya.
Kekuatan ekonomi membuat pengetatan kebijakan lebih mudah dikelola, sementara laba perusahaan yang kuat dapat mengimbangi imbal hasil yang tinggi, menurut Mark Haefele dari UBS Global Wealth Management.
“Kami tetap memosisikan portofolio untuk mengantisipasi kenaikan ekuitas lebih lanjut, sembari bersiap menghadapi volatilitas dalam jangka pendek,” ujarnya. “Jika pengetatan tetap terukur, spread kredit tetap stabil, dan laba terus tumbuh, reli berpeluang meluas ke berbagai sektor dan wilayah.”
Di tempat lain, Bank of England memberikan sedikit kelegaan yang dibutuhkan pasar obligasi Inggris dengan merombak rencananya untuk menjual kelebihan obligasi pemerintah (gilts) yang menumpuk di neraca bank sentral tersebut pada dekade sebelumnya. Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Jumat, yang akan menjadi kenaikan suku bunga dengan jeda terpendek sejak 1990 di tengah risiko inflasi.
Pergerakan utama di pasar:
Saham
- S&P 500 naik 1,1% pada pukul 16.00 waktu New York
- Nasdaq 100 naik 1,7%
- Dow Jones Industrial Average naik 0,6%
- MSCI World Index naik 0,9%
Mata Uang
- Bloomberg Dollar Spot Index bergerak relatif stabil
- Euro naik 0,1% menjadi US$1,1478
- Poundsterling Inggris turun 0,2% menjadi US$1,3357
- Yen Jepang naik 0,2% menjadi 155,98 per dolar AS
Mata Uang Kripto
- Bitcoin naik 0,6% menjadi US$76.579,13
- Ether naik 1,7% menjadi US$2.450,76
Obligasi
- Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun 9 basis poin menjadi 4,93%
- Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 3,48%
- Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 5,22%
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,3% menjadi US$101,10 per barel
- Harga emas spot naik 1,9% menjadi US$4.345,52 per troy ounce
(bbn)


























