Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibayangi Hasil Keputusan The Fed Soal Suku Bunga

Muhammad Fikri
16 September 2026 08:45

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi mengalami rebound terbatas pada perdagangan Rabu (16/9/2026), setelah terkoreksi 1,13% pada perdagangan sebelumnya. Selain sentimen domestik, pergerakan indeks dibayangi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, IHSG berpotensi rebound terbatas hari ini, tetapi masih rentan seiring pasar mendekati keputusan The Fed. BNI Sekuritas memperkirakan area support IHSG berada di level 6.400-6.450, sedangkan resistance di 6.500-6.540.

Pada perdagangan Selasa (15/9), IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.461,15. Pelemahan tersebut terjadi dengan 312 saham menguat, 314 saham melemah, dan 165 saham stagnan.


Tekanan juga terlihat dari arus dana asing. BNI Sekuritas mencatat net sell investor asing sekitar Rp354 miliar. Sejumlah saham yang menjadi sasaran jual asing antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Dari pasar global, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9). Dow Jones Industrial Average turun 0,63%, S&P 500 melemah 0,45%, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,78%.