Logo Bloomberg Technoz

Fanny menyebut, pelemahan Wall Street terjadi di tengah kenaikan yield US Treasury, kekhawatiran terhadap utang, serta lonjakan harga minyak. Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor consumer discretionary mencatat penurunan persentase terbesar, sedangkan sektor energi menguat 2,3% seiring kenaikan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah Brent bahkan menembus US$107,8 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, sementara kenaikan harga minyak dan yield obligasi membuat investor lebih berhati-hati menjelang keputusan The Fed dan Bank of Japan (BOJ).

Sementara itu, perhatian investor domestik juga tertuju pada kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, terutama langkah untuk menjaga kredibilitas fiskal dan stabilitas APBN.

Head of Department BRIDS Chory Agung Ramdhani mengatakan tekanan terhadap IHSG masih terlihat dari sisi teknikal. IHSG tercatat telah menembus ke bawah MA20 di level 6.548 dan keluar dari pola rising wedge. Kondisi tersebut disertai bearish crossover pada MACD yang mengindikasikan momentum pelemahan masih berlangsung.

"IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390, dengan 6.220 sebagai support berikutnya," tulis Chory dalam riset Sapa Mentari, Rabu (16/9/2026). Sementara itu, rebound perlu melewati level 6.585 untuk membuka peluang kembali menguji 6.705.

Chory mengatakan fokus pasar selanjutnya berada pada hasil rapat FOMC yang berlangsung 15-16 September waktu Amerika Serikat (AS) atau 16-17 September waktu Indonesia. BRIDS mencatat probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 92,4%.

Menurutnya, perhatian pasar setelah keputusan The Fed akan bergeser pada guidance bank sentral, terutama potensi kebijakan suku bunga bertahan tinggi lebih lama (higher for longer) di tengah harga minyak yang masih berada di atas US$100 per barel dan yield US Treasury 10 tahun sekitar 5%.

Adapun dari sisi perdagangan saham, BNI Sekuritas mencermati sejumlah saham pada perdagangan hari ini, yakni BUMI, MEDC, BIPI, TAPG, AMMN, dan RAJA. Sementara BRIDS mencantumkan AMMN, BRMS, dan SRSN dalam rekomendasi hariannya.

(dhf)

No more pages