Minth menilai battery case merupakan komponen penting dalam battery pack dan perlu didorong untuk diproduksi di dalam negeri. Menurut dia, lokalisasi komponen tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kandungan lokal.
"Kita perlu meminta pemerintah untuk memastikan battery case dilokalisasi di Indonesia," katanya.
Minth sendiri mengklaim telah memproduksi lebih dari 6 juta battery case untuk lebih dari 100 model mobil secara global. Perusahaan melihat kebutuhan lokalisasi battery case di Indonesia sebagai peluang untuk membangun rantai pasok komponen kendaraan listrik di dalam negeri.
Perusahaan patungan Minth dengan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) juga disiapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi membuka peluang ekspor. Produksi JV tersebut ditargetkan dimulai pada kuartal II 2027 dan mulai memasok pelanggan pada kuartal III 2027.
Minth mengatakan produk yang dihasilkan dari Indonesia nantinya berpotensi diekspor. Selain memasok produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM), perusahaan juga melihat peluang memasok battery case kepada produsen baterai.
"Kami berencana tidak hanya memasok ke OEM, tetapi juga ke battery maker," ujarnya.
Sejumlah produsen baterai seperti CATL dan Gotion disebut sebagai pasar yang berpotensi disasar untuk komponen tersebut.
Adapun saat ini kontribusi kendaraan listrik terhadap bisnis komponen DRMA masih relatif kecil. Minth menyebut penetrasi BEV di Indonesia telah mencapai sekitar 17%, namun sekitar 99% di antaranya masih berstatus completely built-up (CBU) dan belum dilokalisasi.
(fik/ell)





























