Logo Bloomberg Technoz

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (15/9/2026).

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 14,74 poin
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 11,74 poin
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 8,87 poin
  4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 8,21 poin
  5. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) mengurangi 4,63 poin
  6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 3,97 poin
  7. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 3,65 poin
  8. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengurangi 3,02 poin
  9. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 2,11 poin
  10. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 2,04 poin

Adapun saham–saham LQ45 lain juga menjadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) drop 4,62%, saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP) terpeleset 3,16%, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga melemah dengan kehilangan 2,47%.

Saham–saham lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) drop 2,46%, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terpeleset 2,44%, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melemah dengan kehilangan 2,14%.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 1,13% di level 6.461 pada perdagangan Selasa (15/9/2026), di tengah–tengah kenaikan harga minyak yang bertahan di level tinggi hingga terseret ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor negatif yang memengaruhi IHSG. 

Rupiah yang ditutup melemah 0,24% di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, di level Rp17.691/US$, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, menambah beban IHSG.

Dengan itu, secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI berada pada area oversold. Diprediksi IHSG berpotensi menguji level 6,350-6,400 pada perdagangan Rabu (16/9/2026), analisis Phintraco Sekuritas.

(fad)

No more pages