Logo Bloomberg Technoz

Trump: Harga Minyak & Bensin Baru Akan Turun Usai Pemilu Sela AS

News
10 September 2026 11:50

Seorang pengemudi mengisi bahan bakar kendaraannya dengan bensin biasa di sebuah SPBU Chevron di Miami, Florida, AS./Bloomberg-Zak Bennett
Seorang pengemudi mengisi bahan bakar kendaraannya dengan bensin biasa di sebuah SPBU Chevron di Miami, Florida, AS./Bloomberg-Zak Bennett

Jeff Mason - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan konflik dengan Iran baru akan berakhir setelah pemilihan umum sela November, dan bahwa penurunan harga bensin yang signifikan tidak akan terjadi sebelum saat itu—sebuah skenario yang dapat meningkatkan risiko politik bagi Partai Republik.

Pecahnya kembali ketegangan antara AS dan Iran di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran mengenai arus pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak mentah acuan Brent melampaui angka US$100/barel.


Saat ditanya pada Rabu (9/9/2026) waktu setempat mengenai kenaikan harga minyak, Trump mengatakan bahwa harga akan turun, namun tidak dalam dua bulan ke depan.

"Saya rasa hal itu akan memakan waktu sedikit lebih lama daripada pemilihan umum sela," ujar Trump kepada para wartawan sebelum bertolak dari Washington menuju acara konvensi pemilihan umum sela di Dallas.