Logo Bloomberg Technoz

Rasio Utang TOWR Pepet Batas Aman dari Kreditur

Muhammad Fikri
08 September 2026 13:50

Ilustrasi bisnis menara telekomunikasi dan base transceiver atau BTS. (Dok: Sarana Menara Nusantara Tbk atau TOWR)
Ilustrasi bisnis menara telekomunikasi dan base transceiver atau BTS. (Dok: Sarana Menara Nusantara Tbk atau TOWR)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), menyatakan tidak memiliki urgensi untuk mempercepat pelunasan utang, meski posisi rasio utang atau net debt to equity ratio perusahaan yang sudah melebih level tiga kali.

Director and Investor Relation TOWR Hartono Tanuwidjaja menyebut net debt perseroan saat ini berada di level 3,94 kali, sementara batas atas yang dipersyaratkan kreditur (covenant) dengan kreditur menetapkan batas maksimal net debt sebesar 5 kali. Dengan posisi tersebut, perseroan menilai masih memiliki ruang dalam penggunaan leverage.

Sementara, berdasarkan data Bloomberg, rata-rata rasio utang emiten menara telekomunikasi terhadap industri ada di kisaran 1,54 kali. Dengan kata lain, rasio utang TOWR sudah melampaui peers.


“Jadi kami tidak ada urgensi untuk pelunasan hutang lebih cepat,” ujar Hartono dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).

Meski demikian, agar net debt tidak semakin mendekati covenant, TOWR akan tetap mengatur penggunaan free cash flow secara optimal untuk tiga kebutuhan, yakni pertumbuhan bisnis, deleveraging, serta pengembalian jangka pendek kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.