Logo Bloomberg Technoz

Pito menambahkan manajemen akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait secara berkala untuk memantau situasi terkini.

Komitmen ini diambil demi menjaga kelancaran operasional serta keselamatan seluruh pekerja di bawah koordinasi Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Regional Jawa.

“PHE ONWJ, PHE OSES, dan Pertamina EP Tambun Field terus memantau perkembangan situasi secara berkala, dengan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait, dan akan mengambil langkah-langkah lanjutan sesuai dengan protokol HSSE yang berlaku untuk menjamin keselamatan seluruh pekerja serta kelancaran operasional,” jelasnya.

Untuk diketahui, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai subholding upstream (hulu) untuk mengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi di dalam maupun luar negeri.

PHE kemudian memiliki anak usaha bernama PT Pertamina EP yang memiliki fokus utama mengelola kegiatan pencarian dan penambangan minyak serta gas bumi di Indonesia.

Adapun, pada regional Jawa diberi kewenangan oleh PHE untuk mengkoordinasikan lapangan hulu migas di wilayah Jawa bagian barat yang mencakup PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP wilayah Jawa Barat, dan Pertamina East Natuna dengan area kerja meliputi DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat.

Sebelumnya, di sisi hilir migas PT Pertamina Patra Niaga memastikan aktivitas dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat dalam kondisi aman dan berjalan normal di tengah peningkatan aktivitas erupsi beberapa gunung berapi di Indonesia, seperti Anak Krakatau, Semeru, Lewotobi Laki-laki, dan Ili Lewotolok.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan hingga saat ini seluruh rantai operasional dan distribusi BBM di berbagai wilayah Indonesia belum mengalami hambatan.

“Terkait dengan dampak aktivitas gunung api dan potensi dampak lainnya, saat ini seluruh operasional dan distribusi BBM dari Pertamina Patra Niaga tetap berjalan normal; termasuk penyaluran ke wilayah Sumatra,” kata Roberth saat dihubungi pada Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa distribusi BBM ke titik-titik penyaluran di kawasan rawan bencana, khususnya di sekitar lereng gunung api yang aktif, tetap terkendali.

Pertamina terus menempatkan personel untuk memantau situasi di lapangan secara berkala guna mengantisipasi perubahan kondisi geografis akibat erupsi.

“Untuk wilayah lain seperti sekitar Gunung Semeru, Lewotobi Laki-laki, dan Ili Lewotolok, kami terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sejauh ini tidak terdapat gangguan terhadap penyaluran BBM,” tambahnya.

(smr/wdh)

No more pages